Saturday, 10 September 2011

Pantai Widuri (Pemalang Jawa Tengah)



A. Pengantar

Pemalang adalah sebuah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Masyarakatnya sebagian besar beragama Islam dan pada umumnya bekerja di sektor pertanian. Dari segi etnik, mereka adalah pendukung kebudayaan Jawa. Dan, sebagaimana pendukung kebudayaan Jawa lainnya, mereka dalam berkomunikasi juga menggunakan bahasa Jawa.
Akan tetapi, dengan dialek “Jawa-Pemalangan” yang termasuk dalam kategori dialek “Banyumasan”. Dialeknya yang khas inilah (berbeda dengan orang Yogya dan Solo) yang kemudian membuat orang Pemalang sering disebut sebagai “Wong Ngapak”, karena jika mengucapkan kata-kata tertentu, “bapak” misalnya, maka pengucapan huruf “k”-nya sangat kental (kentara). Hal ini berbeda dengan orang Jawa-Yogya dan Jawa-Solo yang pengucapan huruf “k”-nya “nyaris tak terdengar” (pinjam istilah iklan Isuzu Panther). Selain itu, ada juga yang menyebutnya sebagai “Jawa Kowek” dan “Jawa Reang”. Bisa jadi, sebutan yang terakhir sangat erat kaitannya dengan suara yang relatif keras dan irama yang relatif cepat, sehingga memberi kesan berisik (reang). Hal ini berbeda dengan suara dan irama orang Jawa-Jogya dan Jawa-Solo yang relatif lembut dan lambat dalam bertutur dan atau bertegur sapa, sehingga terkesan teduh dan tidak berisik (halus). Oleh karena itu, masyarakat Pemalang menyebut bahasa Jawa yang diucapkan oleh orang Yogya dan Solo adalah bandek, yaitu suatu istilah untuk bahasa Jawa yang halus.


Suasasana Sunset di Pantai Widuri

Sebagian wilayahnya, khususnya bagian utara, langsung berbatasan dengan laut (Laut Jawa). Di wilayah yang membentang dari arah barat ke timur ini ada sebuah daerah yang oleh masyarakat Pemalang dijadikan sebagai tempat rekreasi, yaitu Tlincing yang berada di Desa Widuri. Artikel ini akan mencoba menggambarkan secara selintas mengenai tempat rekreasi itu.

B. Sejarah Widuri

Widuri adalah sebuah desa yang ada di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Nama desa ini diambil dari sebuah legenda yang ada di sana, yaitu seorang puteri yang cantik nan jelita yang bernama Nyi Widuri. Di sana ada sebuah pantai yang berhawa sejuk, sebab di sepanjang bibir pantai tumbuh pohon-pohon besar yang usianya telah ratusan tahun. Dari alun-alun Kota Pemalang jaraknya sekitar 3 kilometer ke arah utara.
Pantai yang bernama Tlincing ini kemudian dijadikan daerah wisata oleh Pemda Pemalang dan diberi nama Widuri, sesuai dengan nama desa di mana pantai itu berada. Luasnya sekitar 10 hektar yang dikelilingi oleh pagar. Di dalamnya terdapat kolam renang, arena bermain anak-anak, panggung untuk pagelaran musik, lapangan tenis, gazebo.
Jika berkunjung ke sana, Anda tidak hanya dapat menikmati alamnya yang indah dan memanfaatkan vasilitas yang ada, tetapi juga dapat menikmati terbenamnya matahari (sun set). Selain itu, Anda juga dapat berenang, memancing di laut sambil menikmati deburan ombak dan semilir angin laut.


Deburan ombak yang lumayan mengagumkan

Ada satu hal yang menarik tentang daerah wisata yang disebut sebagai “Taman Widuri” atau “Tlincing”, yaitu ketika hari Raya Idul Fitri. Dapat dikatakan di hari-hari itu masyarakat Pemalang bertumpah ruah di situ, sehingga besar kemungkinannya untuk bertemu dengan teman lama. Jadi, jika seseorang mempunyai teman tetapi tidak di mana adanya dan bagaimana kabarnya, bisa Anda dapat berjumpa dengannya di Tlincing. Dengan demikian, hubungan yang lebih intensif akan terjalin lagi.
Sebagai catatan, Tlincing tidak hanya ramai di hari-hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, tetapi juga di hari-hari libur. Malahan, dewasa ini di malam hari banyak warung-warung yang menyediakan makanan, minuman dan ikan bakar khas Pemalang. (ali gufron)


Keadaan Pantai Saat Lebaran

Pantai widuri merupakan obyek wisata andalan Kabupaten Pemalang. Pantai ini ramai dikunjungi orang setiap hari libur dan hari raya Idul Fitri, pengunjung bisa tumpah ruah di pantai widuri. Obyek wisata yang ada mulai dari bentangan pantai yang tidak begitu luas, namun di pinggiran pantai banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang sudah berumur puluhan tahun dan terdapat tempat-tempat duduk untuk menikmati keindahan pantai dan menikmati sunrise serta sunset, beraneka ragam tempat wisata kuliner spesial sea food, obyek wisata air Water Boom yang terbaru, arena bermain anak-anak, panggung untuk pagelaran musik, lapangan tenis dan sirkuit balap motor. Obyek wisatanya sendiri dikelilingi oleh tembok tembok pembatas yang mengelilinginya kalau dihitung luas di dalamnya kurang lebih sekitar 10 hektar saja.
Saat memasuki kawasan obyek wisata Pantai Widuri dari kejauhan sudah tampak ramainya pengunjung yang datang. Tempat parkir yang disediakan juga seakan tak mampu menampung kendaraan para pengunjung yang datang karena terlalu banyaknya pengunjung yang ingin menikmati keindahan Pantai Widuri. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung ini, pihak pengelolapun menambah beberapa loket penjualan tiket masuk ke obyek wisata demi kenyamanan supaya tidak terlalu berdesak-desakan saat antre.


Sarana Bermain Buat Anak

Dan yang menjadi favorit setiap pengunjung adalah bermain-main di Pantai Widuri yang masih cukup bersih. Terutama anak-anak yang tampak begitu menikmati bermain air di pantai lepas. Dengan menggunakan pelampung kecil anak-anak juga bisa sedikit belajar berenang di tepian pantai dengan pengawasan orang tua tentunya. Teriknya matahari seakan tak menyurutkan hasrat setiap pengunjung untuk berlama-lama bermain air, bermain pasir di tepian pantai. Sehingga Pantai Widuri yang cukup luas kemarin (02/09/2011) tampak dipenuhi oleh pengunjung dari ujung barat hingga ujung timur pantai. Pengunjung juga bisa menikmati pemandangan di tengah lautan luas dengan menumpang kapal yang siap menghantarkan berlayar ke tengah laut dengan tarif yang cukup terjangkau. Dari pantai ini juga bisa dinikmati keindahan pemandangan pantai lepas dan sunrise di saat pagi hari maupun sunset di saat sore hari.

sumber:
Rumput Liar
Budaya


Mungkin anda juga menyukai artikel di bawah ini

17 Komentar:

Free Download games said...

asik asik...
mantap.
sunset.nya indah juga ya.

Anonymous said...

berapa jumlah wisatawan yg lokal yg masuk ke widuri per hari.. jangan merem brooo

blogger pemalang said...

yah Pantai Widuri, yang sekarang ganti brand jadi Widuri Water Park memang wisata andalan Kab Pemalang,kini hadir dengan beragam wahana bermain yang menghibur untuk keluarga...dijamin puas lah !

Junaedi said...

Wow widuri betuol- betul bgus enyong dadi pengin ngonoh

Tubagus hidayatullah said...

kulo wis pernah maring mono tapi saiki wis akeh sampah dadi aning bar renang gatel

wnos cah bandelan said...

saiko mantep widuri

wahyu ade setiawan said...

aku kangen karo pemalang yakin.
pengen pulang menjunjung nama pemalang setinggi langit 7
pengen kumpul" maring widuri kambe kanca".......
yaallah kalo aku ditakdirkan untuk tinggal dipemalang pulangkanlah aku kesitu...............
amiiiiiiiiiiiiin ya robbal a'lamiin......






rumputilalang said...

trimakasih foto-foto rumputilalang ikut nampang.salam dari jogja

Syaiful Anwar said...

salam kembali, makasih kunjungannya

Anonymous said...

tapi kadang2 pantainya kotor

Ana Lulus said...

Sebenernya klo dikelola dg baik widuri itu bagus. Cm skrg hadehhh sampahnya itu lho bo gak nguati..

Ana Lulus said...

Sebenernya klo dikelola dg baik widuri itu bagus. Cm skrg hadehhh sampahnya itu lho bo gak nguati..

Anonymous said...

yo widuri iku memang sing pas kanggo obyek wisata bareng sa'kluarga utawi bareng rencang" sedoyo kanggo panglipur lara utawi kanggo rekreasi lan refreshing. pokoke pantai widuri yaaaa ullll tenan uis..

Rani Gemini said...

Yo saiki ko beda nMen ya pantai widuri, apik sih apik pantaine tpi tah kdang ana sing ganggu pemandangan yaiku sampahe iku lho. Buang sing smbrangan,,

Anonymous said...


masih ikut ke pemalang tapi belum pernah ke Widuri Beach! hiksss

iponk pemalang said...

Kl semua peduli dgn pantai widuri,yuk bareng" bersih kan sampah yg ada di bibir pantai?jadikan widuri seperti pantai kuta bali..

Anonymous said...

dialegnya ngapak-ngapak

Terima kasih telah berkunjung, Pembaca yang baik adalah yang bersedia meluangkan waktunya untuk meninggalkan komentar